

Kamad dan kordinator Inklusif MTs Wachid Hasyim Surabaya mengikuti seminar nasional secara virtual dengan tema “Sinergi untuk Masa Depan Pendidikan Inklusi di Madrasah” dengan menghadirkan tiga narasumber utama, yaitu Dr Sujarwanto, M.Pd, Dewan Pakar FPMI dan Wakil Rektor Bidang Perencanaan dan Kerjasama Unversitas Negeri Surabaya, Tubagus Arie Rukmantara, Kepala Perwakilan Unicef untuk Wilayah Jawa, dan Sita Thamar Van Bemmelen, Konsultan Pendidikan Inklusi Inovasi. Kegiatan virtual ini melibatkan 500 peserta melalui aplikasi zoom, sedangkan channel youtube yang disiapkan GTK Madrasah tercatat disaksikan oleh lebih dari 2700 pemirsa.
Dalam seminar ini Dr. M. Zain, S.Ag, M,Ag selaku Direktur GTK (Guru & Tenaga Kependidikan) Dirjen Pendidikan Islam Kementerian Agama yang di daulat sebagai keynote speaker dalam seminar ini, menggaris bawahi bahwa pendidik yang memiliki kompetensi akademik dan professionalitas khusus di bidang inklusif, menjadi salah satu kunci keberhasilan dalam menjalankan program madrasah inklusif. Artinya, para pendidik di madrasah inklusif harus memiliki kecakapan pengetahuan yang memadahi dalam mengelola proses pembelajaran di kelas, sehingga bisa memahami betul karakter anak-anak berkebutuhan khusus dan mampu memaksimalkan potensi yang dimiliki setiap anak serta mengembangkannya menjadi bakat luar biasa.
Pada seminar ini Kepengurusan FPMI 2020-2025 ditetapkan dalam Surat Keputusan Dirjen Pendidikan Islam Nomo 6782 tahun 2020. Ketua Umum FPMI adalah Supriyono, Sekretaris Umum Fakhruddin Karmani, dan Bendahara Umum Lailil Qomariah. Dirjen Pendidikan Islam M Ali Ramdhani, Direktur GTK Madrasah M Zain, serta Direktur Kurikulum, Sarana, Kelembagaan dan Kesiswaan (KSKK) Madrasah Ahmad Umar, ketiganya menjadi dewan Pembina

