Program Pengembangan Pendidikan Inklusif di Madrasah
Secara global di berbagai belahan dunia, saat ini berkembang sebuah pemahaman baru tentang pendidikan inklusif sebagai sebuah strategi yang tepat dalam memenuhi keragaman kebutuhan peserta didik dan pemenuhan hak asasi manusia dalam mengakses pendidikan yang layak. Pemahaman ini selaras dengan apa yang didorong oleh gerakan disabilitas di Indonesia, sebagaimana yang ditegaskan oleh Didi Tarsidi yang menggambarkan sekolah/madrasah dengan pendekatan pendidikan inklusif sebagai temapat terbaik untuk mempersiapkan generasi muda dalam menghadapi kehidupan nyata yang penuh keragaman.
Perkembangan terkini pada tingkat nasional, pemerintah Indonesia telah meratifikasi konferensi Internasional PBB tentang Hak Penyandang Disabilitas pada tahun 2011, melalui UU No. 19 Tahun 2011. Perkembangan positif ini, ditambah dengan mandate dunia internasional tentang pentingnya pemenuhan pendidikan untuk semua, memberikan landasan konstitusi yang kuat bagi pemerintah Indonesia dalam mengimplementasikan pendidikan inklusif sebagai salah satu upaya pemenuhan HAM bagi ppenyandang disabilitas di Indonesia.
Dalam sektor pendidikan, Kemendiknas telah mengeluarkan Permen No. 70 Tahun 2009 tentang pendidikan inklusif. Namun demikian, disadari bahwa dalam hal sosialisasi dan implementasi masih terdapat beberapa tantangan. Dalam laporan dunia tentang disbilitas yang dikeluarkan bersama oleh WHO dan bank dunia pada tahun tahun 2011, diketahui bahwa terdapat kesenjangan antara peserta didik disabilitas dan non-disabilitas sebesar 60%.
Sehingga diperlukan adanya sebuah pelatihan yang akan membekali madrasah sasaran untuk mengidentifikasi ragam ABK yang sudah menjadi siswa di madrasah. Jauh sebelum adanya program ini, madrasah yang merupakan lembaga pendidikan kelas dua sebagaiman persepsi sebagian masyarakat, telah menerima siswa dengan disabilitas. Namun karena minimnya SDM yang mumpuni dalam bidang disabilitas, dalam perjalanannya siswa-siswa ini diperlakukan seperti siswa pada umumnya sehingga mereka tidak mendapatkan layanan pendidikan yang sesuai dengan kebutuhan mereka.
Di samping itu, dipandang perlu juga madrasah dibekali kemampuan untuk mengkampanyekan program ini, karena tanpa dukungan wali murid, stake holder dan pihak-pihak lain agar program ini tidak jalan ditempat. Karena itu perlu kiranya diadakan sebuah pelatihan untuk mengidentifikasi awal ragam ABK di madrasah sehingga bisa sustainable dan bermanfaat bagi ABK.
Paket 1 (Identifikasi Awal Pengembangan Program Inklusi
- Sesi 1 Pengenalan Pendidikan Inklusi
Mengenal Pendidikan Inklusif (Download)
Salamnca Spanyol (Download)
Pendidikan Inklusi (Download) - Sesi 2 Pendidikan Inklusi di Indonesia (Download)
- Sesi 3 Keragaman Anak
Alquran Al-Mukminun (Download)
Hoyt-Don’t Give Up (Download)
Jangan Takut Menjadi Diri Sendiri (subtitle Bahasa Indonesia) (Download)
Identifikasi awal dan pengembangan peserta didik (Download)
Sublte Signs of Autism 0-7 years old (Download) - Sesi 4 LIRP
LK 4 (Download)
Sesi 4 LIRP (Download)
Video Pendidikan Inklusif-crop (Download) - Sesi 5 PRA
Saharuddin Daming_disabelitas lulus S.3 (Download)
Sesi 5 PRA (Download) - Sesi 6 Standar Nasional Pendidikan (Download)
- Sesi 7 Observasi Lapangan
Instrumen Monitoring & Supervisi Pengawas_eka EDIT.1 (Download) - Panduan Disabilitas Indonesia (Download)
tulisan yang bagus